A Few Years Later
“Tinggal di Bali pasti nyaman, ya. Setiap hari bisa jalan-jalan ke pantai.”
Hanya basa-basi tak bermutu itu yang terpikirkan oleh Samuel ketika akhirnya ia tiba di Kafe Moka milik Luke, menghadapi Sella yang tengah membersihkan meja dengan lap basah. Jam dinding yang berdetak di tengah kesunyian menunjukkan hampir pukul dua belas malam dan itu berarti kedai telah tutup. Namun, Sella dan Luke masih di sana, saling bekerja sama merapikan bangku-bangku kedai dan memastikan meja tak berdebu.
Pergerakan perempuan itu membeku, seperti malam di luar kedai yang dingin setelah rintik hujan membasahi pulau dewata ini.
Hot Chapters