Mengambil Alih Identitas Kakakku
Perasaan terancam memaksanya untuk menenangkan diri.
Aku mulai dengan dua goresan di lesung pipinya. "Diam, jangan berisik. Jangan ganggu kakakku." Lalu, aku lanjutkan dengan beberapa goresan di bagian wajahnya yang lain. "Kata kakakku, kamu selalu merasa cantik hanya karena lesung pipi itu. Tapi menurutku, tanpa lesung pipi, kamu malah lebih cantik."
"Dasar gila, kamu gila! Lepaskan aku!" Aku mengangkat wajahnya dengan kedua tanganku, seakan-akan sedang mengagumi sebuah karya seni yang sangat memuaskan.