Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
"Mia, bagaimana perasaanmu? Apakah tidurnya nyenyak semalam?"
Mia menoleh, memberikan senyum yang paling cerah yang pernah Celestine lihat. "Sangat nyenyak, Kak Celestine. Aku terus bermimpi tentang tempat yang sangat jauh. Ada banyak lampu berwarna-warni di jalanan, dan orang-orang naik ke dalam... ke dalam..." Mia mengernyitkan dahi, jemarinya mengetuk pelipisnya sendiri, mencoba menggali sebuah kata yang seolah baru saja larut dalam air.
"Ke dalam apa, sayang?" tanya Celestine lembut.