Luka Cinta Aluna
Aluna tidak juga menggubris, ia masih saja diam dan fokus membaca artikel yang ada di laptopnya.
“Al, memang sebelumnya kita tidak saling kenal. Kita ‘kan program matakuliah yang sama baru kali ini. Aku serius ingin bantu kamu, Al.” Ada jeda dalam ucapan Lilis. “Maaf, kalau aku lancang bertanya dan kamu tidak suka. Atau apakah kamu memiliki kelainan itu,” tutur Lilis, kedua tangan di naikan ke atas, dan dua jari memberi penjelasan tersirat tentang maksud yang tidak enak untuk di ucap.
Hot Chapters