Merebut Suami Pelakor
“Iya, dong. Makanya, saya mau bagi-bagi ke Ibu-Ibu, ya ‘kan, saya nggak mau nikmatin rezeki sendirian aja. Baik, kan saya?”
“Beneran ini, Teh Mirna?” Kokom membulatkan mata dengan senyum lebar yang hampir mencapai hidung.
“Bener, dong. Yuk, ah, yang lain pasti udah nunggu. Saya udah pesan katering dari Mamsky Katering.”
“Ouh, di situkan mahal banget, Teh~”
“Ah, nggak juga. Nanti kita bisa makan tiap hari. Jangankan makan tiap hari, kita bangun usaha kayak gitu juga bisa.”
Hot Chapters