Pembantu Rasa Nyonya
ucapnya, kemudian menutup pintu kamar kembali.
Keluar dari kamar, Papi langsung melambaikan tangan. Menyuruhku mempercepat langkah. Kebiasaannya kalau sudah lapar dan ingin segera makan. Pantas saja Papi memburuku, ternyata di meja sudah siap makanan kesukaannya, pepes bakar, urap-urap, dan tahu tempe gorengan.
“Tidak biasanya kamu nervous mau jalan-jalan saja. Cuma di situ saja dan dua hari. Tidak lama.”