Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
Sepasang mata amethyst milliknya menatap lurus ke arah Julian dan Alice, memancarkan pendaran otoritas yang membuat riuh rendah di dalam aula perlahan-lahan kembali bungkam.
"Tuduhan yang sangat menarik, Yang Mulia." ucap Celestine, suaranya mengalir jernih namun setajam sembilu, menembus setiap sudut aula tanpa perlu berteriak. "Kau mencoba bersembunyi di balik nama tanah Barat milik Montclair, mengira bahwa asal tanaman bisa mencuci darah yang ada di tangan ibumu."
Celestine menjeda kalimatnya, berjalan perlahan mendekati meja Dewan Tetua tempat botol racun kuno peninggalan ibunya diletakkan.