Cinta Dalam Buta
punyaku itu cepat memuntahkan cairannya, Bibi memaksakan diri bekerja sama denganku.
“Sudah mau keluar, sudah mau keluar, Bibi cepat berputar, kencangkan, sudah mau keluar!” Aku menggeram sambil bergerak secepat mesin pemancang.
Dengan bunyi plak, pada detik terakhir aku itu mendorong pinggangku ke depan sekuat tenaga. Seketika sejumlah besar cairan yang seperti lumpur putih pun keluar, tenggelam masuk ke dasar lubang milik Bibi. Dan Bibi benar-benar runtuh oleh seranganku, dia sampai berteriak keras. Perut bawahnya pun ikut bergetar.
Bab Populer