PERJAKA NEXT LEVEL
Merah pudar, juga merah pekat, seperti darah yang mengalir di bawah kulit, berdenyut seirama musik.
Pandangannya tertuju ke sudut bar, sepasang kekasih berciuman. Saat bibir mereka bersentuhan, aura itu meledak—kabut merah tua, berlapis, menggeliat seperti asap rokok yang hidup. Payudara si wanita naik-turun cepat, pinggulnya bergoyang pelan, paha si pria menegang. Semua terlihat jelas. Terlalu jelas. Nobu menelan ludah. Perutnya mual.
Ia memalingkan muka ke arah lain.