Pendekar Bukit Meratus
sahut Nyai Sawitri dengan suara gugup dan menerima gelas kecil yang berisi arak manis yang tak terlalu keras di meja kecil di kamar yang luas ini.
“Hmm…sudah berapa lama jadi selirnya Pangeran Busu, usia kamu berapa? Tak apa, kamu ngomong saja apa adanya, jangan takut!” pancing Si Putul.
“Aku…baru 6 bulanan, usiaku sudah 23 tahunan, dulunya aku punya suami, tapi…suamiku di bunuh kaki tangan pangeran ini, lalu di jadikan selir ke 10-nya di sini,” aku Nyai Sawitri blak-blakan, tapi suaranya kini nyaris tak terdengar, seolah tak ingin kedengaran siapapun, sekaligus ada rasa takut dari nada ucapannya itu.