Diary
Benar saja, saat aku membacanya dengan cepat ku tutup mulutku yang sudah terbuka lebar akibat terkejut.
"Gadis ceroboh! Bisa-bisanya meninggalkan curhatanmu dibuku jelek ini. Aku sudah membaca semuanya!" Begitu tulisan yang ada di dalamnya.
Sampai tulisan selanjutnya orang itu menyuruhku untuk bertemu di tempat yang dia janjikan, kalau tidak datang bisa dipastikan curhatan ku berada di surat kabar besok. Begitu isi pesan nya. Memangnya siapa nya dia? Mau menyebarkan curhatanku. Tidak, bukan itu yang penting. Isinya lah yang penting, curhatan ku di diary itu hanya tentang satu lelaki dari halaman pertama sampai halaman terakhir sebelum diary ku hilang, aku hanya membicarakan lelaki itu. Jika
ตอนยอดนิยม