ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA
Ia lantas memeluk si perempuan, membiarkan kepala perempuan itu bersandar pada tubuhnya, dengan tangannya yang sibuk mengusap puncak kepala.
Malam itu, Kyra Aruma Wahid menangis dengan gila.
Dua remaja kembar dan ibu mereka, mengintip dari jendela kamar, turut menangis juga.
"Mas ... aku kangen mama."
Ditto mengangguk pelan. Matanya juga terasa panas sekali. Ia juga sama besarnya, soal merindukan sang mama. Hari-harinya tidak lagi menyenangkan setelah mamanya pergi. Lalu satu-satunya obat -Kyra Aruma Wahid- pun menghilang bagai buih. Lebih dari siapapun, keadaan Ditto menjadi yang paling parah di antara mereka.
Hot Chapters