Holiday to Wedding Day
pertanyaan Mama menyambar keras otakku sehingga berhasil menyusut air mata, "Kamu ada masalah apa sama temen kamu itu, Hill? Sini gih, cerita sama Mama? Siapa tahu Mama bisa bantuin kamu, Hill?"
Mendapatkan perhatian sebesar itu dari Mama, aku bangkit dari posisi tengkurap, duduk memeluk lutut di depannya. Meskipun masih terisak-isak karena air mata yang tak kunjung surut, tapi merasa seperti mendapatkan amunisi setelah sekian waktu lamanya bertahan dalam ketidakberdayaan. Benar kata Uta, aku tak perlu takut untuk bercerita perihal Batik padanya. Toh, Mama kan, ibu kandungku? Mana mungkin membiarkan aku dalam penderitaan. Iya kan, Guys?
"Iya deh, nggak apa-apa kok kalau kamu belum siap ce
Hot Chapters