Terjerat Cinta Calon Mertua
"Dan kamu, pria yang lebih dewasa, yang seharusnya mengerti mana yang pantas dan mana yang tidak. Seandainya istri orang, pantaskah kamu dekati? Pantaskah kau bercinta dengannya? Punya otak itu digunakan dengan baik, bukannya dipajang. Atau mungkin kamu sudah punya anak? Mungkin juga anaknya seusia saya. Kenapa tidak berpikir panjang?"
"Sebentar, saya bisa jelaskan," pria itu mengangkat kedua tangannya, mencoba untuk memberikan penjelasan.
"Saya tidak perlu penjelasan dari kalian berdua, karena sudah cukup bukti kok. Dari tadi sayang mengamati kalian berdua yang selayaknya pasangan kekasih. Apa lagi yang akan kalian elakkan?" kata Marfin dengan nada tegas, saatnya mengungkapkan kekecewaannya
Hot Chapters