Ujian Gila Ayah Mertua
Aku tersenyum dan bertanya, “Kamu jago sekali, jangan-jangan sudah banyak bersama banyak wanita dulu?”
“Nggak, hanya kamu.”
Cih, aku tak percaya.
Mana mungkin pemula bisa sebegitu mengerti wanita, tekniknya juga begitu jago.
Melihatku tersenyum sambil diam, dia pun ikutan tersenyum, “Iya, benaran hanya kamu. Hanya saja, aku punya guru yang hebat, yaitu ayahku.”
Ini pertama kalinya dia membahas keluarganya sejak kami pacaran.
Chapitres populaires