KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA
Saya sudah tak punya daya lagi, karena itu saya duduk di sini.
Alex berusaha tetap tampak tegar. Ia lanjut bercerita, “Wajah itu ibu terlihat makin iba kepada saya. Tentu saya tak perlu bercerita banyak tentang keadaan saya saat itu, karena kondisi saya sudah sangat mewakili. Tanpa berkata apa pun, ibu itu langsung membalikkan tubuhnya, melangkah cepat ke arah rumahnya. Tak lama kemudian dia kembali dengan sepiring nasi dan sebotol air mineral. Ya Tuhan, makanan itu kulihat begitu berharga. Saat itu jika disodorkan sepiring nasi dengan sebongkah berlian yang paling mahal dan disuruh memilih, maka saya akan langsung memilih nasi sepiring itu. Karena saya merasa, beberapa puluh menit lagi ji
Chapitres populaires