KEMBALINYA SANG RATU
"Aku ingin menggugah dengan cinta. Seperti langit, yang luas tanpa batas, tapi tak pernah menekan."
Isolde tersenyum. "Di Eropa, kami butuh pandangan seperti ini. Orang-orang kehabisan makna. Mereka punya rumah besar, tapi tak tahu bagaimana mengisi ruang jiwanya."
Beberapa jam kemudian, pertemuan kecil di ruang baca itu bertambah satu jiwa lagi—Kabelo, seorang pemuda dari Cape Town, Afrika Selatan, yang datang ke Seoul dalam rangka program pertukaran budaya. Ia membawa serta kisah-kisah nenek moyangnya yang hidup berdampingan dengan padang dan gajah.