Berpisah Untuk Bersatu
aku memanggil dari depan pintu kamar, "Halooo, lagi main apa ya, Dek Kastil?"
Gadis kecil berumur sekitar tiga tahun itu menunjuk ke busy book di depannya. "Ada gajah, Mbak. Ada kucing. Ikannya berenang!"
Tanpa menunggu detik-detik berlalu dalam hampa, aku berjalan mendekat. Duduk di karpet bulu tebal berwarna biru langit, di depannya. Entah bagaimana, Kastil langsung memindahkan tubuh mungilnya ke pangkuanku. Duh, aku sampai terharu karena ini kebersamaan kami yang pertama. Maksudku, waktu berdua pertama kali dengannya. Bukan berarti tak bersyukur karena bisa langsung sedekat ini, sih. Rasanya lebih ke perasaan takjub sekaligus bahagia. Berarti ke depan tinggal memahami karakternya saja kan
Hot Chapters