Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku
Nara kehilangan kalimat, padahal bagi nakes, pembahasan perihal persetubuhan pun tidak lah tabu selama membahas dari sudut pandang medis, tetapi kenapa rasanya Nara begitu malu saat ini?
"Ah ... nggak ngerti mama sama jalan pikiran calon suami kamu, Je! Sabar-sabar aja besok ngadepin dia." pesan Nirina sembari menyeruput kopi miliknya. "Kalau udah nggak sanggup, bilang mama. Biar mama turun tangan."
Mau tak mau Nara tersenyum, entah ia harus berkata apa, Nara sendiri tidak tahu. Ia sudah terlanjur canggung.