Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Wulan memesan nasi putih dengan rendang dan sayur nangka, sementara aku hanya memesan nasi putih dengan telur dadar, nafsu makanku hilang entah ke mana.
Sepanjang makan, Wulan terus mengoceh dengan semangat. Setiap kalimatnya seperti racun manis yang perlahan meresap ke dalam pikiranku. Dia berbicara tentang betapa bodohnya aku jika terus memikirkan kesetiaan dalam pernikahan, tentang bagaimana semua orang pada dasarnya egois, tentang bagaimana hidup harus dinikmati tanpa terlalu banyak berpikir tentang moral.