Ibu Susu Untuk BOSKU
tanyanya penuh perhatian, siap mendengarkan setiap kata yang akan kuucapkan.
Dalam beberapa kalimat, kuceritakan mimpiku. Tentang bagaimana aku bertemu dengan nenek dalam dimensi yang serba putih, lalu melihat darah berlinang dari matanya, dan akhirnya nenek menjauh, meninggalkanku dengan rasa bersalah yang menyesakkan.
Ratna mendengarkan dengan seksama, matanya menunjukkan empati yang tulus.
"Sonia, itu mungkin hanya mimpi buruk. Jangan terlalu memikirkannya, ya. Kondisimu yang sedang lemah mungkin membuat pikiranmu bermain-main," ujarnya lembut.