ANAK TUKANG CUCI PIRING
Tiba-tiba Bapak yang berdiri di sampingku terbahak, Ibu dan Eryl juga sama, aku sendiri hanya bisa terkekeh.
Haji Saedi ini memang seorang duda yang ditinggal mati istrinya satu tahun lalu. Saat aku masih janda, dia sering berkunjung ke rumah seperti lelaki-lelaki lain. Orangnya sangat royal juga ramah. Kata Bapak, sawah dan tanahnya di mana-mana. Mungkin jika aku memiliki niat buruk, sedari awal sudah kuterima pinangannya agar bisa menikmati kekayaannya.
“Terima kasih banyak, Pak Haji. Semoga kebaikan Bapak dibalas berlipat oleh Allah.” Eryl ikut berujar.