Ketika Istriku Minta Talak
“Layla, jujur. Kami sangat bangga bila ternyata Andar akhirnya memiliki pilihan juga. Setidaknya itu membuktikan dia adalah lelaki normal. Karena ternyata dia menyukai seorang wanita jelita seperti kamu. Namun, --“
Ucapan Bu Haji terhenti, lebih tepatnya sengaja digantung. Aku tercekat. Tenggorokan ini terasa bagai ada yang menyekat. Jangankan untuk berucap, menelan saliva pun, aku tak sanggup. Detik-detik menyakitkan itu akan segera tiba. Kalimat penghinaan yang paling menyakitakan mungkin akan terlontar sesaat lagi. Ya, sesaat lagi. Bom itu akan segera meledak.