KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aduh ... gue jadi makin penasaran,“ katanya.
“Coba pinjem hp Lo,“ kata Meera. Aku sontak menggeleng sambil memeluk tas.
“Pelit ih,“ katanya dengan bibir mengerucut.
“Pinjem dong, bentar aja.“
Aku menggeleng lagi. Walau tidak ada foto dengan Aric, aku malas dicecar pertanyaan saat melihat isi chat absurd Aric selama ini.
“Dasar Pelit!“ Meera mengumpat. Kini giliran Adila yang geleng-geleng kepala.
“Nggak usah dipaksa, Meer. Sekarang kita dengar saja cerita Naira,“ katanya.
“Cerita apa?“ tanyaku dengan dahi mengerut.
“Cerita tentang pertemuan kamu dan Aric,“ jawabnya. Membuatku menegang seketika.
Hot Chapters