Bukan Indahnya Berbagi
Dunia begitu tidak adil padaku, aku selalu menerima hal yang terburuk dari yang kuharapkan.
"Fan, Lu napa nangis?" Monic mendekatiku. "Ngajinya udah mau mulai, lho," lanjutnya.
"Mon, pacar gue nikah, Mon. Pacar gue nikah sama orang lain," aku berteriak biar semua orang di asrama tahu.
"Hah? Jahat banget. Kok bisa?" Pekiknya.
"Kalian ngapain masih di dalam kamar?" Wajah mengerikan Mbak Sabila muncul di ambang pintu, aku dan Monic terdiam. Tak lama lagi mungkin kami sudah dibawa ke ruang sidang.
Hot Chapters