Istri Pelit Bin Medit
Tapi mau menolak pun tak mungkin, masa aku tak tahu diri, sudah diusir masa tak mau pergi.
"Terserah, Kakaklah!" Pungkasku akhirnya sambil beranjak menuju kamar dengan gaya pura-pura ngambek.
***
Esoknya, aku dan Kak Imas benar-benar pergi ke kost-kostan tersebut. Kost-kostan ini lumayan besar. Dua lantai dengan banyak kamar, ya sebagaimana kost-kostan pada umumnya, tapi ini khusus perempuan. Yang tinggal di sini pun kebanyakan para pekerja pabrik yang rumahnya di luar daerah.