MANTAN WITH BENEFIT
Aku tersenyum, angkat anak anjing itu dan melihat ke belakang, tapi enggak ada siapa-siapa.
Aku buka kotaknya, dan di dalamnya ada cincin kawinku. Kinclong banget, seperti baru.
“Aku udah cerita belum soal anjingnya Luno?” suara Alzian muncul dari arah rumah. Dia bersandar di pagar depan aku. Matanya terseret ke buku harian di atas meja, tapi cuma sekilas. “Dia udah hamilin anjing betina di taman deket rumah. Anjingnya langsung ngejar gitu aja dan nindihin, dan orang-orang cuma bengong enggak bisa apa-apa.”