Dosenku Penyembuh Lukaku
Nenek tersenyum, "nggak takut kok, nak. Karena nenek tahu kalau kamu bukan orang yang seperti itu, bahkan kamu saja masih mau tolongin nenek walau kamu memiliki keterbatasan. Kamu sudah membuktikan kalau kamu adalah orang yang baik."
Nenek tersebut diam sejenak, ia mengalihkan pandangannya ke arah yang lain, "sebenarnya... nenek ingin sekali punya cucu menantu. Di keluarga kami, kami nggak punya satu pun anak perempuan, anak dan juga cucu semuanya laki-laki." ia menghela nafas, "tapi sayangnya... cucu nenek itu orangnya agak keras kepala, susah sekali untuk didekati oleh perempuan, jadi sampai sekarang dia masih terus melajang."
Eva tertawa kecil, "sepertinya cucu nenek punya harga diri yang
Bab Populer