Rahasia di Dalam Bus
Aku memejamkan mata, menutup mulut dengan satu tangan.
Bus melaju semakin kencang, dan gerakan tanganku pun semakin cepat.
Aku bahkan bisa melihat setiap ekspresi sopir bus melalui pantulan kaca.
Tepat di sisi kiriku, hanya berjarak setengah meter.
Dia begitu fokus, sama sekali tidak tahu bahwa di sampingnya sedang duduk seorang wanita nakal yang bertindak sembarangan.
Saraf-sarafku berteriak mencapai batasnya, gelombang di lubuk hatiku menerjang bertubi-tubi.