Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Kamu harus ke profesional, Ra. Aku punya rekomendasi tempat yang bagus. Ada seorang sex therapist yang terkenal. Kamu dateng ke sana buat dapet solusi, bukan cuma tempat curhat.”
Dara mengangkat pandangannya, bertemu dengan mata Fanny yang penuh keyakinan. Ada sebentuk harapan kecil yang mulai menyala di dadanya yang sempat beku.
“Terapis ... seks?” gumannya, mencoba mengucapkan kata itu di lidahnya.
Rasanya asing, sedikit menakutkan, tetapi juga menjanjikan sesuatu yang selama ini ia rindukan. Sebuah kepuasan untuk hubungan romantis dengan suaminya.