Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Ia tertawa, bangkit dari kursi perlahan, lalu berjalan mendekat.
“Aku sudah sangat paham trik murahanmu ini, Sayang. Kamu pura-pura bermesraan dengan pria lain supaya aku terbakar cemburu dan mengejarmu, kan? Kamu ingin aku lebih aktif menggodamu. Bukankah begitu? Haaahh, kamu ini masih amatiran, Sherry," ejeknya, duduk di meja depanku dengan tangan bersilang di dada.
“Bapak salah paham. Saya tidak punya niat seperti itu. Mana mungkin saya—"