CINTA yang TERSAKITI
Setelah selesai makan barulah Natasya bertanya kepada Pratama, “Maaf, apa yang terjadi dengan istrimu dan apakah kamu mempunyai anak sebelumnya?”
“Istriku sudah lama meninggal dan aku mempunyai seorang putra. Mungkin sebentar lagi kau akan bertemu dengannya. Ia anak yang keras kepala hingga membuatku pusing. Akan tetapi, ia anak yang tampan kuharap kau tidak akan jatuh cinta kepadanya.” Pratama menatap lekat Natasya.
Pipi Natasya bersemu merah, ia mengerucutkan bibir tidak nyaman dengan apa yang dikatakan oleh Pratama. “Percayalah, saya tidak akan jatuh cinta dengan anak tiri sendiri!”