Ayah Untuk Anakku
"Dulu, aku pikir hanya akan menganggap adik. Ternyata, suamiku kerja keras untuk membuktikan keseriusan cintanya. Perempuan mana yang bisa mengabaikan ketulusan laki-laki sepertimu?"
Renan pun bergerak mengambil tangan Rania dan mengecup pada bagian nadi di pergelangan tangannya. "Aku beruntung, sangat beruntung. Kau sudah siap kan untuk punya Renan kecil?"
Rania mengangguk satu kali dan menggantungkan kedua tangannya di leher Renan. Perlahan, dada Renan menurun ke bawah dan bibirnya mulai melahap seluruh permukaan wajah Rania. Setelah puas dengan wajah, dia turun ke bawah lagi untuk membuat tanda kemerahan. Setelahnya, mereka melakukan hubungan suami istri itu dengan damai, tanpa gangguan.
Hot Chapters