Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Atau jadi penonton ASMR sekalian. Raina memeriksa hpnya, jam sudah menunjukkan pukul 10 siang dan mereka masih disini dan belum mengerjakan tugasnya sedikitpun. Ia mendapati notif chat dari obrolan grub kelompoknya menanyakan tentang apakah dirinya sudah dapat bahan atau belum hari ini. Raina hanya membacanya dan belum berniat untuk membalas, karena percuma saja apa yang akan ia balas kalau ia pun belum mendapatkan bahan untuk tugas satupun.
18.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Athanasia

Athanasia

Halaman baliknya sebuah tulisan yang mampu membuat Arsa terkekeh kecil. Berisikan, 'Ini baru pertama kalinya aku buat diary seperti ini, entah mulainya bagaimana. Tidak usah intro tentang nama dan sebagainya karena mungkin yang baca ini hanya aku. Mungkin lebih tepatnya ini bukan diary keseharian tapi buku yang diperuntukkan untuk menulis bagaimana seorang bernama Arsa Putra Pangestu. Lelaki yang baru aku temui beberapa hari lalu lewat media sosial. Apa terkesan konyol? Mungkin, karena aku menyukainya hanya melalui ketikannya serta suara seraknya yang setiap saat menyapa telinga.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

Maka dengan malas kuseret kaki menuju pintu depan rumah menemui tamu tak diundang tersebut. “Assalamualaikum, Mas, kamu udah bangun?” Aisyah muncul secepat bibirnya mengembang. Lesung pipinya dan pandangan matanya yang menunduk itu membuatku tidak lagi ngantuk! “Waalaikumsallam. A-aku, e, baru bangun, hehehee.” “Ini Mas, aku buatin bubur candil merah buat sarapan. Sekalian aku gorengin pisang goreng. Kamu suka, kan?”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Haras
Hallo semua, saya mulai aktif untuk melanjutkan cerita ini lagi ya. Mohon maaf kemarin sempat berhenti sebab ada kerjaan di luat. Tapi sekarang saya sedang dalam fase alih profesi untuk menjadi fulltime writer. Jadi mohon dukungan dari teman-teman semua. Terima kasih Semoga terhibur & sehat selalu.
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Baca Semua Ulasan
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

, cercanya yang membuatku memicingkan mata tak suka namun lagi-lagi hanya dibalas gelak tawa dari Dita. Aku berjalan ke perpustakaan sendirian karena seorang Dita tak mungkin mau kuajak ke tempat ini, baginya perpustakaan itu ga asik dan membosankan padahal bagiku perpustakaan itu seru karena kita bisa menemukan tempat yang tenang, bahkan saking tenangnya aku sampai beberapa kali tertidur di sini. Setelah mengembalikan buku “Negeri para Bedebah” kepada penjaga perpus aku kembali melakukan hunting novel seperti rencanaku tadi. Sebenarnya aku sudah menandai beberapa buku yang akan kupinjam salah satunya adalah novel “Paradigma” karya Syahid Muhammad. Setelah beberapa menit mencoba mencari kebe
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Di Balik Asmara Sang Aktris

Di Balik Asmara Sang Aktris

Ia merasa seperti di titik yang sempat ia inginkan, membagikan cerita asmaranya pada orang terdekat yang bisa ia percaya. "Pantas, ekspresi lo lebih tenang, dan bahagia. Ini pertama kalinya gue lihat lo sangat terbuka soal kehidupan asmara lo. Biasanya lo cenderung diam, dan bahkan tertutup. Ternyata di balik itu, lo menyimpan kisah asmara yang enggak mulus. Jujur, gue ikut bahagia. Kalau dia memang enggak lagi bukan milik orang lain, gue akan ikut senang dengan apa pun itu keputusan lo. Lo berhak bahagia, Rana. Jadi, berbahagialah selamanya!" ***
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

Tak ketinggalan kedua adiknya yang masih menggemaskan meskipun usianya sudah kepala dua untuk ia acak rambutnya sekilas. Lelaki itu naik ke lantai dua di mana kamarnya berada dan mengempaskan dirinya ke ranjang. Asa berbaring menatap langit-langit kamarnya, lalu mengeluarkan ponselnya untuk mencari kontak Athalia yang ia simpan karena perintah mamanya beberapa waktu lalu, sebelum pertemuan pertamanya dengan Athalia. Angkasa Nirada Tanaka: Athalia, ini Asa. Terima kasih untuk makan malamnya. Oh ya, kuharap pacarmu nggak salah sangka dengan kehadiranku tadi di sana. Selamat malam.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
ANSEN Menantu Naga Merah

ANSEN Menantu Naga Merah

Wiradi ikut menimpali istrinya. "Aku melihat Sudiro tiba-tiba berbalik dan kemudian pergi dengan sangat cepat. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya sangat takut! Mungkin Paman Fengbin telah melakukan sesuatu!" Ansen mengarang cerita kepada mereka. Mereka kemudiaan tidak mempersoalkan lagi, Sekarang terpenting mereka semua selamat. Lalu mereka semua segera pergi dari tempat itu.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

Acara demi acara terlaksana dengan baik hingga bagian Alfa dimulai. "Assalamu'alaikum wr. wb. Perkenalkan nama pena saya Galfa. Saya adalah salah satu dari tiga penulis buku Abagalfa. Saya tidak bisa berkata-kata karena saya sendiri tidak menyangka buku yang aslinya saya susun untuk anak saya yang baru berusia tiga tahun, malah booming. Bukan hanya di tanah Jawa tapi sampai Indonesia hingga ke tanah Rencong. Masya Allah."
9.835.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
DINGINNYA SUAMIKU

DINGINNYA SUAMIKU

PoV Arsya Sepulang dari makan siang dengan Manda, aku mendapat undangan untuk menghadiri sidang putusan kejahatan Tedi Bagaskara. Aku ditunjuk menjadi saksi sekaligus korban atas semua yang dilakukan teman SMA Manda itu. Tidak hanya aku, Manda pun mendapat undangan yang sama karena dia pernah menjadi korban penculikan saat di Puncak.
8.345.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai cerpen karya asma nadia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status