Karma(penyesalan)
" Apa yang sakit nona? Herman bertanya pada perempuan itu, sambil memperhatikan kakinya. Adinda mengangkat kepalanya dan menatap Herman lekat. Tatapannya kosong, ia seperti melihat seorang pangeran yang turun dari kahyangan.
Bagaimana dia tidak terpesona, wajah Herman kala itu sangatlah menggoda, alisnya yang tegas, matanya yang hitam legam, hidung yang mancung dan bibir yang merah walau tanpa lipstik membuat Herman terlihat sangat tampan.
Ditambah sinar matahari yang keemasan membuat wajahnya menjadi bercahaya. "A a,a kakiku sepertinya terkilir tuan, jawab Adinda gugup.
Hot Chapters