Pembalasan Sang Dokter Jenius
Getaran energi yang dipancarkan oleh pusaka itu terasa gelisah, tajam, dan mendesak.
“Uhuk!” Joko tersedak nasinya sendiri karena kaget. Ia buru-buru meraih gelas es tehnya dan meneguknya banyak-banyak, matanya bergerak liar memindai sekeliling tenda.
“Apa ini?” gumam Joko pelan, tangannya memegang dadanya yang terasa panas.
Suara Khodam di dalam benaknya terdengar, namun kali ini tidak ada nada mengejek atau santai seperti biasanya. Suara itu terdengar tegang, berat, dan sangat serius.