Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!
seru Chen Xu, tangannya segera meraba ke samping, berusaha menggapai jemari wanita itu.
Namun, yang ia dapati hanyalah udara kosong.
Saat asap mulai menipis ditiup angin malam, Chen Xu berdiri tegak di tengah aula yang berantakan. Matanya menyapu sekeliling dengan cepat, namun kursi di sampingnya telah kosong. Li Lian menghilang seolah menguap bersama asap tadi.
Wajah Chen Xu seketika berubah. Rahangnya mengatup begitu rapat hingga otot-otot di pelipisnya menonjol, berdenyut keras seiring dengan deru napasnya yang memburu.