ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....
Setelah mereka pergi, tak bisa dinapikkan, pikirannya masih tertaut dengan permasalahan yang belum selesai.
Tak lama, mereka menemukan sebuah kios kecil di pinggir jalan. Seorang pedagang tua dengan kumis tebal sedang sibuk menyiapkan pesanan. Di atas kiosnya, tertulis dengan indah Crêperie du Coin. Aromanya menguar, manis dan menggugah selera, menyatu dengan semilir angin musim semi. Arumi mendekat, mencoba bicara dengan si pedagang.
"Bonjour, monsieur. Trente crêpes, s'il vous plaît. Avec du chocolat et des fraises." (Selamat siang, Pak. Tiga puluh pancake, tolong. Dengan cokelat dan stroberi.)
Hot Chapters