Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Berkumpul pada ruang makan bertema taman bunga, masing-masing duduk di kursi bergaya daun dalam satu meja kristal bundar yang sama. Menjumpai dua sosok Siluman macan dan singa—tubuh keduanya tegap selayaknya manusia, namun kepala mereka seperti macan dan singa; perpaduan manusia dan hewan. Dialog yang dibuka tanpa basa-basi bertukar kabar, langsung menyatakan protes, gugatan dan ketidaksepahaman. “... kami tidak sepakat atas metodemu! Kalian bergerak lambat ketika dunia tengah berputar cepat!” Siluman macan—bernama Gumiho—melayangkan protes serta perbedaan pengetahuan.
1020.5K viewsOngoingAdded to Library 657 Times as ciri ciri dialog
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Read All Reviews
Eternal Love For Keyra

Eternal Love For Keyra

Satria menghela napas berat. "Mbak Keyra, kita coba lagi, ya?" Agresia–bule blasteran Kalimantan Selatan-Jerman, menyemangatiku. Aku tidak yakin dengan hafalan tiga buah dialog, yang mesti dikuasai dalam waktu kurang dari tiga jam. "Oke, sekali lagi." Satria memakai wig rambut beruban, menirukan gaya bicara ibuku. "Halo, Bu. Apa kabar?" kataku sambil tersenyum full.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Teman Tidur Suamiku

Teman Tidur Suamiku

Ilham memilih opsi simulasi dialog dengan tiga versi: lembut meyakinkan, faktual-tegas, dan campuran emosi-logika. "Buat tiga versi dialog, Nova. Sertakan poin-poin menenangkan untuk Ibu—keuangan, keamanan, dan komitmen jangka panjang." Hologram kecil Elia muncul di sudut proyeksi. Ilham membaca baris demi baris dan berlatih membawakan kalimatnya—menurunkan nada saat diperlukan, menambah jeda di tempat yang tepat. Nova memberi umpan balik real time. "Nada vokal terlalu tinggi pada kalimat kelima; coba lebih tenang." Ilham membetulkan intonasinya, mengulang sampai suara terasa natural.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Bride For the Matchmaker

Bride For the Matchmaker

Aura menggoyangkan telapak tangan di depan muka Cakra. Dahi pria itu berkerut, kemudian juga ikut menyadarkan tubuh ke sofa. "Apa kamu kira aku sedang bercanda? Itu benar-benar karena suara. Meskipun mengidap prosopagnosia, tapi kuperhatikan Dila sangat suka mengamati orang lain. Aku duga, dia sudah mengetahui hal itu sejak kecil, lalu berusaha keras untuk menjadi normal. Itu sebabnya wanita itu mempelajari kebiasaan pelanggannya."
104.5K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

oleh belas kasih yang tidak efisien. Namun, ada satu pihak yang tertarik dengan cara yang sama sekali tak terduga: Symphon. Galaksi muda yang hidup itu, dengan kesadarannya yang peka terhadap pola dan emosi, mulai merasakan pergumulan Maw. Symphon tidak mengirimkan kata-kata atau proyeksi. Sebaliknya, dari kejauhan, Symphon mulai memancarkan sebuah "Lagu Dialog" yang khusus. Bukan lagu penuh seperti biasa, melainkan sebuah nada tunggal yang berulang dan berevolusi—sebuah nada yang terdengar seperti pertanyaan sekaligus undangan. Nada itu mengandung gema dari cahaya bintang yang lahir, dari nebula yang berputar, dan bahkan dari keheningan antara bintang-bintang—sesuatu yang mungkin bisa dipah
101.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

Dikira Miskin Saat Menghadiri Hajatan Tetangga

"Tetangga tidak tau diri kamu ya!" "Keluar!" Bersambung *Keterangan (Bunyi rekaman CCTV....) dan (Selesai....) hanya sebagai pemisah untuk dialog yang di bawah ya, biar pembaca tidak kebingungan karena ada banyak dialog disana. Terima kasih.
10127.8K viewsOngoingAdded to Library 3.7K Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

“DIK! Bantu gue nyari kostum yang bener!” Rina, yang udah siap dengan gaun glamornya, cuma geleng-geleng kepala. “Cinta, gue nggak ngerti gimana caranya lo selalu jadi sumber masalah.” --- Latihan berlangsung dengan penuh kekacauan, tapi entah gimana semuanya masih bisa jalan sesuai rencana,meski dengan tambahan improvisasi yang nggak terduga. Di adegan komedi utama, Dika tiba-tiba lupa dialognya dan malah spontan ngomong, “Ya, Tuhan. Kenapa hidup gue begini?!”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
Logic And Feeling-ANTARA AKU DAN DIA

Logic And Feeling-ANTARA AKU DAN DIA

titah Revan. Tanpa banyak bicara Diandra menepis tangan pria yang sedang memengang kedua sisi wajahnya itu. Dengan senyuman menyeringai Diandra membentak Revan agar tak lagi mengaturnya dalam segi berpikir. Diandra cenderung mengedepankan perasaannya dan membuang jauh-jauh logikanya. Oleh karena itu Diandra gampang patah hati dan sering sensitif dengan situasi yang membuatnya merasa tidak nyaman.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
When Drama Becomes Reality

When Drama Becomes Reality

“Hei, Nara, ini baru latihan, bukan audisi besar. Santai sedikit, dong.” Nara melirik Maya sambil mengerutkan dahi sembari mengangkat naskah di tangannya. “Santai? Gimana aku bisa santai kalau dialognya kayak...begini?” Nara mendekati Maya lalu berbicara dengan suara pelan. “Itu dia masalahnya, May. Dialog ini... terasa aneh. Seperti aku pernah mendengarnya sebelumnya.” Maya tertawa kecil pada Nara. “Yah, kan semua drama pasti mirip. Konflik keluarga, cinta terlarang, rahasia besar. Itu resep klasik.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Aku berkata penuh penekanan tiap katanya. Ia menatapku dua detik. Lalu tertawa. “Owh itu. Ibu, nich, kirain apaan …. Itu kan dialog cerita, Bu. Inem tadi nemu cerita di internet, ceritanya seru. Inem ngomong ngikutin dialog yang ditulis. Duh sampe jantungan Inem. Kirain apaan Ibu sampe dobrak pintu. Cuma salah paham, Bu ….” ia menunjukkan jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V.
9.379.5K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as ciri ciri dialog
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status