Tukang Pijat Tampan
"Kalau kita sedang sendiri, panggil aku Alicia."
Adit terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan. "Alicia."
Clara tersenyum kecil, tapi tetap mempertahankan ekspresi karakternya. "Lebih baik. Sekarang cerita. Tentang keluargamu."
Dialog berlanjut, semakin dalam, semakin personal. Adit mulai merasakan chemistry yang Clara bangun; cara dia menatap, cara dia mengatur nada suara, bahkan jeda-jeda yang dia buat. Semuanya terasa natural.