Yuk, Nikah!
Masih kupandangi layar ponsel berisi pesan-pesan dari Clara.
Yah, sehabis sampai ke kamar tadi aku malah keasyikan berbalas pesan dengannya.
Jadi ingat tadi pas di bioskop. Si Vivi benar-benar membeli tiket horor. Memang asem, dah, tuh, bocah.
Dan kukira semua akan seperti dalam filem, di mana Clara akan berteriak histeris seraya menenggelamkan wajah ke dadaku saat sosok hantunya muncul secara mendadak di layar besar itu. Tapi nyatanya tidak.