Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

tanyanya lagi dengan nada dingin. “Nasinya dua bungkus lagi, Bu." Seorang pria lain, yang datang bareng pria itu, bicara sembari tertawa, “Sira pengin ketemu janda muda, tapi modalnya hanya sanggup beli nasi karo tongkol. Ha ha ha, sira gawe isin bae!” Gawe isin bae itu Bahasa Cirebon, maksudnya bikin malu saja. Pria itu membayar, lantas beranjak pergi sendiri sembari menenteng kantong plastik isi nasi. Dia naik motor tua yang cukup lama distarter baru bisa hidup mesinnya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Hidup Bersama Yang Tak Terduga!

Hidup Bersama Yang Tak Terduga!

Karin tertawa mengejek Nayla yang sepertinya kurang cocok dengan minuman itu, karena hampir semua orang di taman ini bisa menikmatinya dengan baik untuk menemani santapan lezat yang ada di panggangan. “Itu namanya Baram, Nay. Tadi kan Geri sudah bilang itu minuman khas Kalimantan yang terbuat dari beras ketan difermentasi, terlalu fokus memandang Geri ya… sampai-sampai tidak dengar Geri bilang apa,” Bertha ikut menambahi hingga Nayla tersipu dan Geri juga langsung salah tingkah.
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Ami Lee
duh kak thor..ada typo nama si talitha galau ........... ya si arlita emang anjing penurut kamu..secara dia mau morotin harta kamu ..beda sama ayu yg bisa cari duit sendiri dan udah kaya juga..sana sama anjing peliharaan kamu aja..jangan usik ayu yg lagi jalan sama mantan nya ...
Vella Nine
Hai ... hai ...! Salam kenal dari author yang sering galau... Semoga suka sama cerita pertamaku di Goodnovel...!! jangan lupa kasih komen, ya! Kritik pedas juga gak masalah karena aku suka yang pedas2... hehehe. . Ambil pelajaran hidup dari tulisan-tulisanku, ya! semoga bahagia dan bermanfaat!
Baca Semua Ulasan
Bareksa

Bareksa

Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng. Padma dan Dewi terdiam sejenak, menatap lightstick tersebut dalam-dalam. Tepat pada waktunya, Nala menyumpal kedua telinganya dengan jari, karena kedua sahabatnya itu langsung menjerit-jerit hingga suara serak. "Ya ampun Padma! Kamu jadi ikut jastip*) kak Elena?! Aku kira kamu bercanda!" "Ya enggaklah! By the way ini limited edition, nggak dijual disini! Harganya agak mahal tapi ..."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Ingin rasanya kutanya mungkin karena kecapekan mengurusi si kembar hari ini. “Sayang, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Tadi waktu aku lagi nonton bareng si kembar, aku kayaknya ngeliat ada seseorang yang ngintip dari luar. Dekat pohon besar halaman belakang itu lho. Kamu tahu, kan, Sayang?” Aku sempat kaget mendengar ucapan Beni. Apa jangan-jangan sosok perempuan hantu itu yang melintas dari tangkapan mata Beni?
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

Aku sih enjoy aja mau dipanggil apa aja, asalkan mereka tetap menyukai cerita yang kubuat dengan tema-tema ringan itu. Beberapa judul cerbungku yang mendapat like ribuan yaitu Suamiku Pelit Na’adzubillah, Ibu Mertuaku Masyaallah, Ipar Tukang Minta, Tetangga Istimewa, Resiko Orang Tampan, Istri Ke-7 Ceo Tampan. Nah, dua judul terakhir itu yang paling laris, likenya 10k membuatku jungkir-balik kesenangan dan pas aku pindahin ke aplikasi, yang buka gembok sehari bisa 1k. Uwoww ... banget ‘kan, dari dua cerbung terakhir itulah para readers menganggapku benaran tampan. Bukan mauku menipu para fans dengan berkedok menjadi cowok tampan, cuma mau gimana lagi, karena tanpa melihat wajah asliku saja,
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

​"Terapi apaan lu? Badan lu sudah kayak kuli pelabuhan gitu. Lu mau beli? Harga spesial buat lu, lima ratus ribu!" ​"Hah?! Lima ratus ribu? Cang, itu ikan apa emas batangan?!" Madun kaget bukan main. ​"Ini gabus babon pilihan, Dun. Liat tuh kulitnya, keras tapi licin. Kalau lu pakai buat... ya apa pun urusan lu, pasti paten. Di pasar nggak bakal ada yang begini. Gimana? Kalau nggak mau, ini Bidan Sarah tadi sudah pesen katanya mau buat pasien privatnya," goda Cang Rohim.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

ucapnya. Lalu ia berjalan menuruni anak tangga. Kanaya berlari ke kamarnya. Ia menelepon Rahma, mengatakan ia akan pergi dengan Devano dan menitipkan Ali kepadanya. Kanaya mencari baju tenis yang disebutkan Devano. Beruntungnya ia dengan cepat menemukannya. Ia memakai atasan berupa kaus berkerah dengan potongan pas di badan berwarna pink muda, dipadukan dengan rok tenis model lipit pendek berwarna putih. Tak lupa ia memakai celana pendek ketat agar tetap nyaman menggunakan rok itu. Kemudian ia mengikat rambutnya menjadi ekor kuda.
10182 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
AMPLOP LEBARAN

AMPLOP LEBARAN

Seperti hari-hari sebelumnya, Vita selalu menjalani pagi dengan berjualan sayur matang di teras rumah. Pekerjaan menjadi lebih ringan sejak Ibunya ikut tinggal bersama. Setidaknya, ada Bu Aminah yang menjaga Kesya, jadi dia tak terlalu pontang-panting. “Tumis kangkung sepuluh ribu,” “Tempe goreng lima.” “Aku bandeng goreng empat.”
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai coli bareng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status