Ada sebuah kisah tentang seorang penjual jus di pinggir jalan yang selalu kulewati setiap pulang kerja. Suatu siang yang terik, aku melihat seorang anak kecil mengemis di depan lapaknya. Alih-alih mengusirnya, penjual itu justru menyodorkan segelas jus dingin sambil berkata, 'Nak, minum dulu biar segar. Kalau mau bantu, besok bawa ember kecil untuk cuci gelas, ya?'
Awalnya kupikir itu sekadar basa-basi. Tapi keesokan harinya, benar saja anak itu datang dengan ember bekas. Selama sebulan penuh, mereka bekerja sama—si anak mencuci gelas, si penjual memberi upah dan makanan. Yang paling mengharukan, penjual itu diam-diam menyisihkan uang untuk membelikan sepeda bekas agar si anak bisa sekolah tanpa harus jalan jauh. Kini setiap lewat sana, masih sering kulihat mereka berdua seperti keluarga. Cerita sederhana ini mengingatkanku pada Hadits tentang sedekah jariyah—kebaikan kecil yang terus mengalir pahalanya.