Dimanja Tiga Majikan Cantik
Penuh kehati-hatian, calon istriku membentangkan lembaran putih itu mendatar di atas meja.
Begitu melihat isi di dalamnya, mata cokelat Shella otomatis membelalak lebar. Kertas itu dipenuhi oleh tulisan tangan yang sangat rapat dan panjang, nyaris tidak menyisakan ruang kosong di bagian margin bawah.
"Gila, ini sih bukan kritik lagi namanya. Dia nulis esai panjang banget kayak mau ngajuin proposal skripsi," gumam Shella menggelengkan kepala tidak percaya.