Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus
Aku menangis histeris meluapkan ketakutan, trauma, dan tekanan yang kurasakan selama berhari-hari.
"Kenapa kalian nggak datang lebih cepat, hiks..."
"Bajingan! Kalian berdua bajingan!"
"Aku benci kalian!"
Aku menangis sampai pingsan, lalu bermimpi banyak hal. Dalam mimpi yang terus berulang, kulihat Eric dan Owen bergantian muncul di hadapanku, dengan wajah yang sama-sama muram.
Saat terbangun kembali, sinar matahari di luar jendela menyinari tubuhku, kehangatannya sudah lama tidak kurasakan.