Suamiku Jadul
Mereka tampak senang sekali.
Malam harinya Bang Pain datang ke rumah, ibu sambungku yang kebetulan membuka pintu.
“Ada apa?” tanya Ibu.
“Ini, Bu, ada sedikit buah untuk Rara,” kata Bang Pain. Dia lalu permisi pulang.
Ada beberapa buah yang tidak kukenal, ada yang mirip anggur tapi berwarna hijau, ada yang ungu tapi kecil-kecil.
“Jangan makan,” larang Ibu ketika aku coba cicipi.