Petaka yang Kuciptakan
Suhu di kamar mulai terasa dingin, bulu kuduk Ifan meremang, dipegangnya Jimat yang ia punya, namun suhu ruang malah semakin dingin nyaris membekukan tubuhnya.
"Mima jangan mengganggu!" tegur Ifan dalam keheningan.
Sepi, tak ada tanda-tanda keberadaan Mima, Ifan kembali menegur dengan suara yang ditinggikan, setelah ia berusaha keras mengumpulkan keberaniannya. Namun lagi-lagi sunyi, bulu kuduknya meremang, tiba-tiba ia teringat ucapan Pakde Kartono kalau jimatnya bukanlah jimat pelindung, di genggamnya kalung jimat itu, kemudian dengan cepat Ifan lepas dari lingkaran lehernya ditatap dengan saksama, bulu kuduknya kembali meremang.
Hot Chapters