Istana Dengan 2 Ratu
kali ini pertanyaanku berhasil, Askara melihat ke arahku namun tidak sepatah kata pun dia ucapkan Ia hanya menatapku tajam seolah memberi isyarat untuk diam Tapi aku berusaha untuk terus berbicara agar sedikitnya dia juga mau berbicara padaku.
" dulu waktu aku kecil aku pernah bertemu seseorang lalu aku menulis dia dalam sebuah puisi Aku pikir aku hanya cukup Menulis satu puisi untuknya ternyata tiap malam menjadi kebiasaanku untuk menulis satu puisi untuk dia, kau tahu laki-laki yang aku tulis dalam puisi itu menjelma menjadi pangeran impianku Aku sama sekali tidak mengenal laki-laki itu Aku tidak tahu sifatnya, Aku tidak tahu cara dia bicara, Aku bahkan juga tidak pernah menatap matanya, A
الفصول الرائجة