Pengantin Dari Sebuah Tragedi
“Kamu memang baik hati, Seraina.”
Percakapan mereka terhenti ketika dentingan halus sendok perak diketukkan ke gelas, memanggil perhatian. Ananta berdiri di tengah aula, bersiap memberikan kata sambutan.
Obrolan para tamu mereda, menyisakan keheningan yang diisi suara lembut musik latar. “Selamat malam, hadirin sekalian,” Ananta membuka dengan senyum tipis penuh wibawa. “Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua, terutama keluarga dekat, yang telah hadir di pesta pernikahan adik kami, Seraina dengan Rajeev.” Ia menoleh menatap Seraina dan Rajeev yang kini berdiri bersebelahan di hadapan para tamu.
Hot Chapters