Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

seru Bu Nurul melotot pada Mail yang ikut nimbrung di bagian operator. "Iishh Ibuk ini," gerutu Mail mencari alternatif lagu lain. Let's ask Allah to make your love Last forever Let's raise our hands And make du'a Like the Prophet taught us And with one voice let's all say Baraka Allahu lakuma Wa baraka 'alaykuma Wa jama'a baynakuma fi khayr Baraka Allahu lakuma Wa baraka 'alaykuma Wa jama'a baynakuma fi khayr
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

tanya Bara dari pojok depan. "Jadi, misal Bara pasangannya Bella. Kalian berdua bebas ambil kertas origami ini, di dalamnya ada cuplikan puisi. Tugas kalian membacanya, tapi kalau salah satu origami itu kosong. Kalian harus membuat puisi sendiri yang temanya hampir sama atau bertolak belakang dengan puisi pasangan. Paham nggak?" tanya Bu Sri lagi. Bara dan Bella hanya mengangguk ragu, begitupun teman-temannya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Sang Mandor

Balada Cinta Sang Mandor

tulis Rama membalas unggahan cerita istrinya dengan ketus. Tika tidak tinggal diam. "Kamu sendiri yang tidak ada waktu buat aku. Aku cuma perlu rasa lega karena sudah mengungkapkan unek-unekku." "Sekarang apa lagi yang kamu permasalahkan? Aku? Keluargaku? Sepertinya kami selalu kurang di matamu," balas Rama lagi, tak mau kalah. "Kamu tidak mengerti rasanya jadi aku!" Kalimat klasik itu membuat Rama mendengus. "Kenapa pula harus orang lain yang tahu rasanya jadi kamu? Apa kamu pernah merasakan bagaimana jadi orang yang harus berhadapan dengan kepribadianmu?"
300 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Balada Sebutir Telur

Balada Sebutir Telur

ucap sintia dalam hatinya kemudian mereka sama-sama terpejam sampai berganti hari. “dek bangun loh aku mau berangkat kepasar kamu malah enak-enakan tidur begini” dengan sewot dadang membangunkan istrinya. “abang apa-apaan sih kenapa tidak bisa bangunkan adek dengan cara baik-baik bukan kayak gini macam adek gembel saja” ucap sintia dengan nada kesalnya. “udah jangan ngomel saja abang lapar cepat masakin abang sekarang” dadang menyuruh sintia tampa perasaan seakan sintia adalah pembantunya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

tepis Galuh meracau sendiri menerka-nerka. “Paman,” Balada membungkuk berpamitan. “Pergilah, nak. Tapi setelah selesai, kau cepat kembali kemari!” angguk Galuh memberi izin. “Aku mengerti paman,” tutur Balada. Selanjutnya dengan menunggangi Kora yang telah menjelma menjadi raksasa, Balada pun melesat menuju istana Maladewa. ** “Gusti Prabu, Gusti Ratu, Gusti Sepuh, mohon terima salam hormatku,” Balada berlutut di hadapan Prabu Dewangga, Putri Ambar, dan Raden Buana.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Apalagi saat melihat tubuh Balang yang kokoh dan tinggi tegap, dengan bulu-bulu halus di lengan dan dadanya, hingg Lya sampai memnelai pelan. Kini Lya makin terkagum - kagum melihat Balang dalam pakaian adat ‘bangsawan’. “Paduka ganteng pakai bingit,” puji Lya tanpa ragu. “Kamu bisa ajah,” sahut Balang sambil cubit pantat lentik Lya dan tak kuat juga tidak mencium bibir si cantik ini, hingga si budak jelita ini senyum malu-malu, persis Mikha dahulu.
1049.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Seharusnya hari didaulat mendukung insan Tetapi kegusaran membuat sirna Kesabaran tidak sabar ingin menyambutnya Salah paham mungkin ujungnya Dia melihatku tidak seperti keinginanku Hari seharusnya di daulat mendukung insan Tapi kalbu berkata lain Betapa hari Adam di penuhi campuran musim-musim sekaligus. Puisi itu tidak sepenuhnya menggambarkan sanubarinya. Tidak cukup kata-kata di dunia ini menggambarkan persisnya. Berkecamuk di tengah kelegaan setelah tahu nama asli gadis itu sungguh tidak bisa membuatnya tenang. Esok apa gadis itu akan tetap memandang takut seperti itu lagi padanya? Adam menempelkan wajahnya ke bantal. Nafasnya dia keluarkan kencang-kencang . Bantal menjadi hangat di se
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Dewa

Sang Penakluk Dewa

tanya Lintang tiba-tiba. “Pertanyaan konyol macam apa itu Kusha? Tentu saja tidak karena tujuanku ke sini hanya untuk menjadi kuat agar bisa melindungimu. Atau mungkin kau yang sudah memiliki pacar? Hayoh ngaku! Cepat katakan siapa gadis yang beruntung itu?” Balada menaikan satu alisnya. Dia tahu Lintang hanya bercanda dan bermaksud menggodanya. Sehingga Balada pun ikut balik menggoda Lintang.
9.367.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

oh cinta Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung Bali Lagu itu begitu lembut dan memiliki rasa yang tajam. Alma menarik napas berulang memastikan hatinya baik-baik saja, tetapi dia kalah.
9.7330.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai contoh puisi balada
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status